Letakanlah teman pada tempatnya

Dari semua tempat di amsterdam saya punya beberapa tempat favorit untuk menyendiri salah satunya yg akan saya bahas kali ini adalah sebuah cafe di daerah Haarlemmerstraat tak jauh dari sudut jalannya. pertama nyasar kesini karena kedinginan dijalan 😀 sebenarnya kurang merasa nyaman dengan suasana yg terlihat dari depan tapi karena saya takut mati kedinginan dan kebetulan juga mau janjian dengan salah seorang teman daripada lebih jauh saya berjalan maka saya putuskan masuk dan duduk disini. Serasa memasuki dunia lain karena ternyata didalam sini menjual lintingan ganja kecil , apakah saya mencobanya ? mungkin kalau ganjanya berbentuk sambal hijau nasi padang jelasss saya akan mencobanya ahahaha dari awal duduk dan memesan teh panas saya sudah merasa nyaman bukan karena tempatnya keren banget, tapi lebih karena disini saya menemukan kesunyian jauh dari mata orang orang yg selama saya berada di amsterdam selalu menyorot tajam. akhirnya sampai teman saya datang dan selesai semua urusan saya masih bertahan beberapa lama hanya sekedar duduk melamun , alhasil beberapa kali akhirnya saya sering ke cafe ini selain tempatnya yg bagi saya seperti tempat melarikan diri kebetulan juga sangat dekat dengan central station jadi cukup mudah saya menjangkaunya.

Dan karena hari ini saya mengalami sesuatu yg sangat personal maka saya langsung teringat dengan cafe tersebut , di medio desember 2014 kemarin beberapa kali saya merasa sangat sedih dan sampai menangis dimeja pojoknya karena memikirkan seseorang yg sampai sejauh saya melintas samudera dan benua biru ini saya malah dikecewakan oleh banyak orang belum lagi semua suara sumbang, tapi yg paling saya sesalkan salah satu dari mereka adalah sahabat terbaik saya berpuluh kisah pernah kita jejakkan di amsterdam bersama lebih dari separuh eropa kami jajah berdua , tapi saya malah mendengar dia orang pertama yg merangkai aib cerita tentang saya , bagaimana perasaan saya ? sangat mengenaskan, kecewa , marah sudah menjalar tapi apa yg bisa saya lakukan ? saya terlalu sayang dengannya … bolehlah semua orang bicara persabatan kami rusak retak atau apalah tapi saya masih bersikap waras dengan diam tak ikut berkomentar diantara riuhnya kecaman yg menuduh saya ‘bajingan berjalan’ .

Berbulan rasa saya merindukan dia , disetiap sudut jalan belanda yg pernah kita lewati bersama saya selalu menangis mengingatnya tapi sepertinya semua memang sudah diatur seperti ini, sekali waktu kau harus melepaskanku sendiri disini dan akhirnya ketika hari ini dia berkirim pesan kepadaku sepanjang belasan kalimat dengan permohonan meminta maaf itu sudah cukup membuatku bahagia apakah saya memaafkanmu teman ? tidaklah tak perlu sebenarnya dia meminta maaf .. bahkan menyalahkanmu pun saya tidak pernah.

Andai dia tahu , no whatsapp pun tidak saya ganti karena saya selalu menunggunya kembali, walau dengan tetap memakai no tsb lebih dari separuh kontak di dalamnya sangat membuat hp saya menderita , ya walau sekarang saya masih belum mampu membalas pesan darimu yg terpenting sekarang dia kembali percaya padaku. Tunggu saya lebih sukses lagi ya kawan sesuai janji tulisan kita dulu kita akan kembali di liburan somer 2016 dan kita bisa bersantai kembali di bangku mercatorplein menikmati makanan dari supermarket dirk di sampingnya.

Dan belanda memang mengajarkan saya sekarang untuk benar benar memilah teman, tak semua orang yg berkenalan bisa kita jadikan teman betapa sering akhirnya saya bertemu dengan banyak pihak yg sangat konyol dalam bersikap menilai orang hanya sekedar dari omongan orang lain atau bertemu orang yg didepan kita bersikap sangat baik ternyata dibelakang malah ikut bercerita ketika kita digosipkan.

Sebenarnya judul tulisan ini lebih tepat adalah buanglah teman pada tempatnya

Dan di iringi lagu dari Carole King – You’ve Got a Friend pahamilah

Teman yg baik adalah teman yg mau mengkritik di depanmu, mau memaafkan kesalahanmu dan mau mengakui bahwa kita berteman.

M n M

 megha setyawan

Before Sunrise

Owh jesse

Owh jesse

aku berkenalan dengan mu lewat sekilas harapan dan lewat seutas tali rasa penasaran

Denhaag, 10 januari 2015

Angin diluar kamar menderu sangat kencang, rasanya pas banget sama suasana hati yang sedang meracau , bukan karena galau tapi tiba tiba ada sesuatu yg aneh . Ceritanya hari ini dapat sedikit pertanyaan dari seorang teman

Pernahkah kamu menyukai seseorang, tapi tanpa pernah ingin memilikinya ?

Dengan santai ya dijawab , gak 😀
Karena saya merasa sudah memiliki cinta saya, siapa emang ? Ya suami lah masak bondan prakoso ( yang disebut ini mantan pacar gak boleh protes 😅 )

Oke terus lanjutlah curcolnya, dia sedang ‘menyuka’ kita anggap itu bahasa kekinian yg paling tepat ya menggambarkan hatinya, dia bilang hanya butuh bercengkrama lewat komunikasi katanya sudah membuat ‘happy’ dan saya hanya tersenyum kecut , adakah perasaan seperti itu.

Dalam jumpa pertama dia sudah menyuka, dan ngotot bilang bukan mendamba apalagi ingin bercinta nah loo tambah rumit kan, karep e apa coba ? Jawabnya hanya menyuka

Dimulailah chat random antara saya dan dia di room pesan online

Ya udah kan hanya suka, kenapa sampai kamu bingung malam malam ngajak curhat ? Tanya saya
Karena aku harus bilang , supaya tak terlalu sakit aku memendam

Ya udah bilang aja sana ama dia

Sudah

Bagus lo, terus jawabnya apa ?

Tenang , santai aja kalau sama saya, itu ucapnya
Kan aku semakin gila membayangkannya

Kenapa kamu mesti gila ? Dia sudah menghargai perasaanmu dengan tetap menjawab pernyataanmu

Kenapa kamu gak tanya megha, kenapa aku bercerita padamu ?

Oh iya emang kenapa ?

Karena ini hasil referensimu, ini sebenarnya salahmu

Nah looo kok malah saya ?
Emang hubungannya apa referensiku dengan dia

Kamu yg telah meracuniku dengan film favoritmu before sunrise, kenapa kau kenalkan film itu padaku yg mengendap dalam asaku bahwa ada jesse di dunia ini

Ampun ! Semua juga tau kalau itu film favoritku pastilah aku rekom ke semua orang

Tapi dia terlalu mirip dengan ‘jesse’ ku megha, melihatnya pertama sudah membuatku terpana dengan alur cerita bicaranya
* dan dilanjutkanlah dengan banyak pembuktian bahwa cowok itulah jesse nya di dunia *

Setelah basa basi sejenak akhirnya saya akhiri penderitaan curhat malam ini, tapi ini dia masalahnya kok akhirnya saya yg ikut galau larut kedalam cerita teman saya tersebut, iseng nonton film before sunrise sebelum tidur.

Dan wow saya nangis saudara saudara, jadi tiba tiba merasa bersalah karena tadi sangat cuek memberikan tanggapan ke teman saya, baru tersadar kenapa dia sampai bingung seperti itu karena terjebak nostalgia menikmati setiap obrolan ringan seperti yg dia bayangkan sosok jesse di film ini, apakah itu aneh sekarang saya baru sadar tentu tidak. wajar dia akhirnya menemukan ‘suka’ sejati dari apa yg diharapkan lewat mimpi masa muda kami dulu ketika menggebu berharap menemukan teman hidup yg akan disamping kita selalu saling membagi cerita, tapi mungkin dia hanya gundah karena merasa bersalah karena menyuka disaat sudah berdua.

Jadi apakah menyuka itu, ya saya tau teman itu perasaan indah untukmu yang kau bilang tak perlu penjelasan hanya ingin kelanjutan pembahasan antara kau dan jesse mu.

Sebagai orang yg kau tuduh salah karena sudah mengenalkan jesse dalam hidupmu saya hanya bisa berpesan Ketika kau sudah banyak bercerita dengannya, bertukar canda. Namun saat sepi menyapa, apakah kau akan tersadar ‘menyuka’ itu hanya ilusi belaka ???

Kemalangan Luar Biasa

Warning Tulisan ini mengandung Drama , tapi gak se drama film film nya soo ji sub kok 😀

 

Judul di atas mungkin sudah sangat familiar sekarang di kalangan pecinta novel dan film romantic termasuk saya, tapi bedanya ditulisan saya kali ini saya tidak akan membahas tentang buku tersebut ataupun synopsis film the fault in our stars yang sangat booming itu.

Ditulisan kali ini mungkin akan saya anggap sebagai surat terbuka untuk semua pihak yang belakangan ini sangat dekat dengan saya dalam hal urusan bisnis dan mungkin akan saya ceritakan hingga ke beberapa seri

Kenapa harus di tulis di blog ? karena saya secara pribadi menganggap sama sekali tidak ada ruang dan kesempatan dari semua orang untuk menjelaskan , masing masing orang hanya berpikir dengan kepentingan masing masing , disini saya tidak berharap saya dianggap benar saya hanya ingin di dengarkan dari sisi yang saya alami.

Yang pertama akan saya ceritakan tentang satu orang yang sampai setahun belakangan ini sudah saya anggap seperti kakak sendiri , kita anggap dia bernama RINA  saya kenal rina ketika mulai berkomunitas di salah satu komunitas bisnis wanita di Surabaya, jarang sekali kami berbicara ketika bertemu tapi saya akan selalu ingat dia orang pertama yang menyapa saya ketika saya pertama kali datang di acara gathering, saya yakin secara personal mbak rina ini baik, ramah dan menyenangkan sehingga ketika bulan april 2013 saya berkeinginan mengajak kerjasama karena menurut saya dia orang yang bisa diandalkan dengan semangatnya.

Mulailah kami bekerjasama membuat beberapa produk yang menurut mbak rina sudah ada market yang cukup besar sehingga kami hanya perlu mencari investor yang berminat dan beruntungnya tidak terlalu lama kami dibantu oleh salah satu temanku dari kantor dulu sebut saja fina dalam masalah permodalan, disinilah juga awal saya berkenalan dengan distributor yang akan membeli produk yang kami produksi secara massal sekarang kita sebut dia dengan nama Tari.

Saya yakin semua orang usaha akan berharap untuk segera sukses dan berkembang, yang terjadi dalam perjalan bisnis kami hampir seperti yang lainnya terjadi masalah yang akhirnya susul menyusul yang pertama susahnya komunikasi dengan Fina penyandang modal utama yang berakibat putusnya hubungan kerja, tapi saya dengan Rina masih terus melanjutkan karena kami yakin ini akan menjadi besar dan dibantu oleh Tari kami semakin bersemangat, walaupun masalah teknis dan lain sebagainya semakin besar kami masih Kompak .

Hingga suatu hari suami memperkenalkan dengan salah satu pihak konveksi yang sangat terlihat kredibel mereka berdua sekarang kita sebut dengan duo hanoman dan kayangan, kenapa nama samarannya saya bikin aneh sekali ya karena di awal saya berharap sangat tinggi kepada mereka berdua seperti di awang awang kerajaan dewa dewi tapi kenyataannya ? bisa dibaca di akhir cerita saya tidak lebih dari cerita perang pandawa dan kurawa L

Mulailah kami berdua bekerja sama dengan duo konveksi tersebut ternyata mutu kerjanya sangat tidak memuaskan hingga seringnya kami dicaci maki oleh pihak distributor dan customer , dan disinilah keretakan itu semakin terasa mbak rina semakin tidak bersemangat saya pun demikian padahal semua sudah kita curahkan bahkan disini sampai kita sudah menyewa tempat untuk kantor .

Tak sampai hitungan bulan setelah kami bekerjasama dengan duo hanoman dan kayangan tersebut saya dan Rina memutuskan berpisah dengan baik baik, dan saling meminta maaf dengan konsekuensi jika terjadi masalah dikemudian hari karena kerjasama kami ini akan diselesaikan secara kekeluargaan dan sampai saat terakhir saya masih menganggap dia kakak saya dan mungkin teman dekat saya dan jujur saat kami meeting terakhir untuk mengakhiri ini semua setelahnya saya sangat sedih semua yang sudah kita impikan bersama hancur, padahal kita memulai semua ini dengan keringat dan waktu yang terbuang untuk keluarga kami .

Kerjasama dengan hanoman masih berlanjut dan disini semakin terlihat kalau saya ditekan , saya merasa dipermainkan ketika saya mengeluh pada suami, suami masih meminta saya bersabar karena menggangap inilah dinamika bisnis , sampai akhirnya banyak distributor yang lepas karena jeleknya produksi yang kami kirimkan .

secara pribadi saya ingin memutuskan kerjasama dengan konveksi hanoman tersebut , tapi dengan pertimbangan saya tidak akan diberikan barang yang selama ini saya minta tolong orderkan ke china melalui teman si hanoman yang sudah saya janjikan juga ke Tari distributor yang saya sebutkan di atas tersebut, sehingga saya masih harus menahan semua emosi saya demi hubungan baik saya dengan Tari .

Tapi ternyata semua ini hanya kamuflase, setelah semua barang yang saya pesan datang untuk Tari saya sebut barang tersebut adalah popok , ribuan barang yang datang semua langsung saya kirimkan ke Tari ternyata Tari tidak sanggup membayar , jangankan membayar menjual juga kesulitan tidak sesuai dengan janjinya diawal bahwa sanggup menghabiskan minimal 1000 popok / minggu !

Saya sangat down , disini tiap hari saya dan staff di kantor ditanyakan pembayaran oleh hanoman dan saya juga kesulitan menagih ke Tari, saya mulai stress dan kebingungan sampai akhirnya kami di kantor menjual popok dengan harga jual yang sangat rendah dipasaran , sebenarnya saya sangat menyesal saya merasa saya merugikan banyak pihak khususnya pihak penjual popok lainnya , seandainya saya bisa menyelesaikan masalah tersebut saya tidak akan melakukan penjualan popok dengan harga yangs sangat rendah … saya hanya berusaha menyelesaikan tanggung jawab saya kepada hanoman karena ketidakmampuan Tari .

Semua hal diatas tersebut sudah membuat saya terjatuh tapi moment yang sangat membuat saya terjatuh lebih dalam adalah ketika Rina bertemu dengan Hanoman dan menceritakan semua informasi bisnis saya ?! membocorkan semua daftar distributor saya yang disusul ke esokan harinya ada beberapa pihak dari POLDA datang ke tempat saya mengambil semua barang dagangan suami saya ( Jersey , yang memang selama ini beberapa item mengambil di tempat temannya hanoman ).

grosir clodi

Sungguh kemalangan yang luar biasa bagi saya

Sudah semua barang dagangan saya jersey di ambil paksa , distributor saya Tari ternyata dibelakang juga bekerjasama dengan hanoman untuk menjatuhkan saya .

Saya iklas saya tau ini adalah salah satu cobaan dari Allah untuk bisnis saya, mungkin semua ini dipersiapkan untuk yang lebih baik

Saya di khianati Rina , tapi masih dipojokan dengan alassan yang tidak masuk akal

Saya dihina secara terbuka oleh hanoman , dituduh di depan mata saya dikatain saya Bajin*an dan lain sebagainya, tolonglah saya hanya manusia dan wanita biasa serendah itu anda menghina saya

Saya juga masih diam dicaci maki di email dan BBM oleh suami Tari, padahal jelas mereka yang tidak amanah dengan semua omongannya

Saya tidak mencari alas an saya benar , saya juga salah

Untuk semua pihak yang sudah bekerjasama dengan saya selama ini , insyallah saya tabah tetap berjalan dengan bisnis yang benar tanpa menipu pihak pihak lain, dan saya yakin dengan dukungan semua staff saya kami akan bisa lebih besar lagi J

Khususnya untuk mbak Rina Tari dan hanoman , terima kasih sudah di ajarkan tentang penghianatan

Saya sangat meminta maaf jika kalian masih merasa sangat dendam dengan saya, jikalau memang karena saya kalian benci lihatlah semua staff yang bekerja dengan saya mereka juga punya keluarga yang mengantungkan rejekinya kepada mereka.

Untuk suamiku terimakasih dukungannya selama ini.

Untuk semua staffku terima kasih setia mendampingi disaat saya terjatuh .

Untuk semua penjual popok yang marah dengan kebijakan saya kemarin , saya meminta maaf dari dasar hati yang terdalam , semua itu saya lakukan murni karena Tari tidak bisa menepati janji

Wassalam

clodi murah

 

About Mrs.Setyawan

Pastinya ada 3 hal yang akan saya ceritakan jika menuliskan tentang diri saya yaitu kata ‘Foto’ ‘Jalan Jalan’  dan ‘Buku’ walaupun sebenarnya disini saya membatasi diri sendiri untuk tidak menceritakan terlalu banyak. padahal sebenarnya banyak yang ingin saya tulis tapi tersadar dengan sifat malu sendiri saya ringkas menjadi 3 kata tersebut , bisa dibayangkan pasti tidak akan cukup 5 halaman untuk membahas semua yang tersirat mengenai saya .

-+62 811-3004-747- 20160413_200340

Sebenarnya sudah lama saya tidak menulis, terakhir saya ingat menulis sebuah artikel tentang foto makanan di web tempat kursus karena terpaksa ingin cepat lancar bahasa setempat dan itu ketika saya masih tinggal di belanda sekitar 3 tahun yang lalu setelahnya hampir tidak ada lagi cerita berbagi lewat tulisan, kenapa sekarang akhirnya saya memutuskan untuk kembali membuat coretan semuanya berhubungan dengan kata yang saya tulis diatas , karena saya berfikir apa yang bisa saya bagi dengan dunia ini dan apa yang masih bisa dilihat serta dikenang oleh ketiga putra saya ketika mereka  besar nanti, bahwa ibunya yang memang secara harfiah selalu berada disebelah mereka tapi masih bisa ‘berbagi jiwa’ dari foto dan banyak tulisan di dunia maya mengenai kehidupan seiring dengan mereka beranjak dewasa, sayangnya masih belum berbentuk buku karena memang sekarang saya masih belum menerbitkan buku J selain  belum ada juga penerbit yang tertarik J . maka dari itu saya ingin semua tulisan saya  tidak hanya bisa menempati ruang di laptop pribadi saya atau numpang lewat di akun social media yang pasti akan tenggelam dengan sendirinya terlibas oleh banyaknya ‘sampah status’ .

Dalam lembaran halaman disini saya berharap bukan hanya saya yang bisa berbagi tapi semua orang khususnya kita yang merasa wanita dan ingin berbagi dengan wanita lainnya, bahkan walau kita dibatasi raga yang harus selalu bertanggungjawab di rumahtangga tidak berarti menghalangi berbagi manfaat informasi melalui tulisan kita untuk semua orang. Bila memang yang ditulis disini membawa kebaikan semoga bisa disebarkan dan bila yang ditulis membawa keburukan mohon kita saling mengingatkan dan memperbaiki

Dan yang pasti bukan berarti yang ber’Daster’ tidak bisa ‘Profesional’

dasternizer2.jpg

 

Salam DasterProfesional

Aliran Otak Kanan, Ibu dari 3 Putra, Pemegang Pasport warna Hijau RI , berjilbab panjang , online entrepreuner , addict photography, Nutella MnM enthusiast